18 Tahun Penantian

berdoa

Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. QS 40:60

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu dalam kebenaran. QS 2:185

Itulah janji Allah kepada orang-orang yang berdoa kepadaNYA. Dia akan memperkenankan/ mengabulkan doa orang-orang yg berdoa kepadaNYA, asal syarat dan ketentuannya dipenuhi.

Teringat kejadian 23 tahun yang lalu. Saat masih belajar di negeri Kincir Angin. Alhamdulillah, setelah lulus SMA saya mendapat beasiswa untuk belajar di Belanda. Bersama dengan 7 orang lainnya kami berangkat bersama. Dengan tekad menuntut ilmu dan membangun bangsa.

Saat awal kuliah ternyata banyak sekali tantangan yang harus dihadapi. Godaan juga selalu hadir di depan mata. Culture Shock, diakui atau tidak menerpa saya. Akibatnya 2 tahun pertama kuliah terasa berat sekali. Sudah berusaha sekuat tenaga tapi nilai belum memuaskan. Terbersit dalam hati, kalau mau hidup dan belajar tenang harus cepat-cepat menikah kayaknya nih…

Saat sedang galau (kayaknya saat itu kata ini belum ngetop J) tiba-tiba ada seorang kawan yang mengajak pergi haji. “Mumpung musim haji tahun ini pas musim panas. Jadi tidak mengganggu jadwal kuliah” katanya. “Benar juga ya… tapi uang tabungan kan buat pulang ke Indonesia?!” kata saya dalam hati. Lebih dari 2 tahun di Belanda sudah rindu kampung halaman. Kalaupun gak pulang, dalam planning saya musim panas ini berencana mau ambil “herkanzing”, mengulang beberapa ujian yang belum lulus atau hasilnya belum memuaskan.

Beberapa hari gusar, bingung mana yang harus dipilih. Lalu teringat pepatah “Jika anda melakukan sesuatu dengan cara yang sama maka anda akan mendapat hasil yang sama.” Saya harus melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda agar dapat hasil yang berbeda. Lulus kuliah tidak melulu karena belajar yang keras. Kalau selama ini hanya focus pada logika saja, jangan-jangan ini teguran Allah agar mendekat kepadaNya. Oh… sudah berapa banyak dosa yang saya perbuat selama ini. Aku sering melupakanMU ya… Allah. Astagfirullah….

Singkat cerita saya berangkat haji bersama beberapa teman. Banyak kejadian luar biasa yang saya rasakan di tanah suci. Doapun tak putus saya bacakan terutama di tempat-tempat mustajab, di Multazam dan di Raudhoh. Diantara sekian banyak doa yang saya panjatkan, ada 3 doa yang saya ingat: “Ya Allah berilah aku kekuatan dan kemudahan untuk menyelesaikan studi ini. Ya Allah berilah aku istri yang sholehah agar aku bisa membangun keluarga yang sakinah. Ya Allah berilah rahmatMu agar aku suatu saat kelak bisa kembali ke rumahMu ini bersama istriku.” Belum ada calon tapi visinya sudah jauh ke depan, “ke tanah suci bersama istri” J. 

Alhamdulillah 2 doa pertama dikabulkan, tapi urutannya berbeda. Setahun setelah pergi haji, saya menikah! Dan beberapa tahun kemudian lulus kuliah dan kembali ke Indonesia. Doa di tanah suci benar-benar mustajab!

Setelah di Indonesia, kehidupan saya dari segi ekonomi tidak begitu baik. Namun saya tidak pernah melupakan doa ketiga dan tetap yakin Allah akan mengabulkan doa itu. Secara logika, kalau lihat segi ekonomi saat itu sulit bisa membayangkan bisa pergi ke tanah suci. Apalagi berdua dengan istri. Gaji saja habis dalam waktu 2 minggu. Tabungan tergerus habis…

Allah selalu menepati janji kepada orang yang berdoa kepadaNya! Tahun 2008, setelah 18 tahun saya berdoa di depan Ka’bah di depan Multazam, Allah mengabulkan doa ketiga saya. Saya berangkat umroh dengan istri tercinta. Sebuah penantian panjang terasa menjadi sangat indah saat mendapatkannya.

Saat memandang Ka’bah, teringat 18 tahun lalu seorang pemuda 23 tahun sedang menangis dan memohon kepadaMu di depan Multazam, mengadukan segala beban dan harapannya yang dimiliknya. Lalu Engkau bimbing dia untuk mencium Hajar Aswad, hingga ia tak sadar saat tubuhnya terangkat di atas kerumunan orang. Setelahnya ia menangis tersedu-sedu merasakan kegembiraannya atas segala nikmatMu.

Sekarang ia kembali lagi ke rumahMu ini ya Allah. Bersama orang yang Engkau berikan kepadanya, untuk mendampingi hidupnya, untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Tak terasa air mata mengalir saat bersujud bersama istri tercinta di depan Ka’bah.

“Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi. Ingatlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” QS 10:55

Posted by at 2 December 2013
Filed in category: Religi,

2 Responses to 18 Tahun Penantian

  1. kang haris says:

    Pak, saya hampir menangis membaca ini. Subhanallah dan ketiga doa itu pun terkabul.

     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *