Salah Persepsi

persepsiTono,  yg usianya sekitar 10 tahun, mendatangi seorang laki-laki yang bepakaian rapi ala orang kantoran, si Bejo.

Tono: “Pak, boleh saya tanya?”

Bejo: “Oh… Silahkan, ada apa dik?”

Tono: “Sekarang jam berapa ya?”

Bejo: “Jam lima kurang lima belas, dik.”

Tono diam sebentar seolah-olah sedang berfikir sambil memandangi Bejo.

Tiba-tiba dia berkata dengan keras: “Pak, jam lima nanti bapak boleh cium pantat saya!” Kemudian dia kabur menjauh.

Terpana, kaget dan marah mendengar hal itu, Bejo lari mengejar Tono ingin mengahajarnya. Anak kecil kurang ajar pikirnya. Ketika baru beberapa meter mengejar ada teman Tono, Hamdi, yang menegurnya: “Jo, sedang apa kamu?” Dengan terengah-engah Bejo menjelaskan: “Anak itu bilang jam lima saya boleh mencium pantatnya!”

Hamdi melihat jam tangannya sambil terheran-heran: “Sekarang baru jam lima kurang 10 menit, kenapa harus terburu-buru?”

Ha3x….

Kejadian salah persepsi seperti ini sering terjadi dalam kehidupan kita. Kadang sebagai pemilik bisnis saat kita bicara dengan karyawan kita, mereka tidak mengerti/paham dengan kata-kata yang kita maksud. Atau saat karyawan kita menyampaikan sesuatu kita salah menafsirkan maksudnya.

Untuk menghindari hal ini terjadi, bila kita berbicara sesuatu hal, apalagi hal penting maka ada bebera hal yang harus kita perhatikan saat menyampaikan sesuatu:

  • Menggunakan bahasa yang jelas dan bisa dimengerti lawan bicara kita
  • Jangan tergesa-gesa dalam menyampaikan sesuatu
  • Jangan menggunakan emosi berlebihan saat bicara
  • Pilih waktu yang tepat untuk menyampaikan sesuatu, apalagi hal yang penting

Jika kita sebagai sebagai pendengar maka kita harus:

  • Focus mendengarkan apa yang sedang disampaikan lawan bicara kita
  • Jangan punya prasangka buruk
  • Bertanya dan minta penjelasan bila tidak mengerti
  • Jangan mudah tersulut emosi bila mendengar sesuatu yang kurang enak buat kita
  • Pahami posisi lawan bicara kita

Intinya, komunikasi itu tidak sekedar bicara, ada etika dan ada teknik yang perlu dipelajari dan terus diasah.  Yuuk… belajar berkomunikasi dengan baik kepada semua orang, termasuk kepada karyawan dan keluarga kita sendiri.

Posted by at 21 November 2013
Filed in category: Motivasi,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *