Aku Bukan Trainer…!

wbt1Dua tahun lalu istri saya ikut Wanna Be Trainer (WBT), training yang dipandu pakar trainer dan Inspirator Sukses Mulia pak Jamil Azzaini. Saat itu saya diminta ikut juga sebenarnya. “Untuk apa? Saya kan bukan trainer dan juga gak berniat jadi trainer!” kata saya. Istri pun menimpali “Saya juga bukan trainer, tapi saya ikut…” “Ya… tapi kamu kan sering ngisi pengajian, jadi kamu memang perlu ikut. Paling tidak ada sedikit ilmu yang bisa dipraktekan. Kalau saya….?”

Pembicaraan 2 tahun lalu masih teringat jelas dalam rekaman pikiran saya. Akhirnya walaupun setiap hari saya mengantar dan menjemput istri dengan setia selama pelatihan, tidak sedikitpun ada rasa tertarik. Dia cerita bagaimana asyik dan hebohnya training tersebut, guru dan fasilitator yang luar biasa dll. Tapi saya hanya mendengarkan saja. Setelah trainingpun dia sering mengatakan “Pa, aku sekarang kalu ngisi pengajian jadi lebih pede lho… dan audiensnya juga kelihatan jadi lebih serius dan senang datang ke pengajian” Paling saya bilang sambil tersenyum “Wah… mama hebat. Istri siapa dong…”

Tapi awal November lalu lewat twitternya ke Jamil Azzaini, saya dapat info akan ada lagi WBT tanggal 15-17 Nov. Ternyata istri juga dapat info serupa, dia bilang “Papa ikut deh… gak akan rugi, paling tidak akan nambah teman.” Terus terang belum ada keinginan saat itu, tapi saya sangat kagum dengan istri yang selalu mendorong saya untuk ikut. Antara rasa sayang dan kasihan akhirnya saya bilang “Okelah ma…  Papa ikut.”

Dengan agak deg-degan saya datang di hari pertama dengan langkah yang sedikit berat. Ketika acara dimulai dengan gaya heboh yang dipandu para fasilitator yang selalu tersenyum dan ceria, saya ikut… tapi hati dan pikiran belum larut dalam ruangan itu. Sampai saat pak Jamil tampil cerita tentang rantai gajah yang kemudian semua peserta diminta untuk bicara di depan teman kelompok, Deg….! Jadi lemes kaki ini… Oh, ini rupanya…. rantai gajah saya, ini rupanya…. yang buat saya sejak dua tahun lalu gak pernah mau ikut WBT walau sering dipaksa istri.

Dan yang lebih parah saat diminta baca puisi… Sejak TK sampai besar yang namanya seni suara, nyanyi atau baca puisi adalah pelajaran menyeramkan buat saya. Sering saya bolos dengan pura-pura sakit gak masuk sekolah atau memang kabur dari kelas demi menghindari pelajaran ini. Saya merasa suara saya gak menarik, jelek, gak bisa menaik dan turunkan intonasi sehingga saat membaca nada lagu semuanya datar…. Alhamdulillah fasilitator dan teman-teman kelompok sangat luar biasa, mereka mendukung penuh usaha saya melepas rantai gajah ini.

Acara training 3 hari ini berakhir sudah. Ada rasa senang dan sedih saat harus meninggalkan ruangan. Senang karena saya telah melepas beberapa rantai gajah namun sedih karena harus berpisah dengan orang-orang luar biasa yang hadir di acara ini.

Sekarang setelah ikut training ini saya tetap bukan seorang trainer yang harus menginspirasi orang lain tapi saya bertekad menjadi trainer untuk diri sendiri. Terus melatih diri sendiri untuk melepas rantai-ratai gajah yang masih membelit diri ini, entah sampai kapan.

Ada rasa penyesalan sangat besar di hati ini “Kenapa baru sekarang saya ikut training ini? Padahal Allah sudah menunjukkan jalan lewat istri saya dua tahun lalu.” Penyesalan tak pernah akan berguna, Astagfirullah…! Harusnya bersyukur bisa ikut training ini, bersyukur punya istri yang selalu mendukung… I love you, bidadari surgaku.

Posted by at 18 November 2013
Filed in category: Motivasi,

3 Responses to Aku Bukan Trainer…!

  1. ERI CAHARI says:

    Assalamu'alaikum….

    Kabar baik dan sehat yach pak…. Semoga Ilmu yang kita dapat di #WBT 11 bisa meng-inspirasi diri kita, juga bisa memberikan manfaat kepada orang lain, sehingga bisa menjadi Tambahan Energi (TE) untuk bekal kita nanti, aamiin……

    Salam untuk keluarga.

    Wassalamu'alaikum

    • Anjar Buwono says:

      Wa ‘alaikum salam Pak “Adyaksa” :).

      Insya Allah ilmunya sangat bermanfaat pak, tinggal bagaimana kita. Mau tidak memanfaatkannya. Semoga kita bisa terus bersama menebar rahmat.

      Salam juga buat keluarga pak Eri.

       

       

  2. Hosting says:

    Justru di mata kita, orang-orang besar low-profile seperti mas Iwan ini yang layak dijadikan teladan. Bukan trainer kemaren sore tapi lagaknya sudah kayak trainer dengan jam terbang 10.000 jam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *