Allah Mengajak Kita Bercanda

kehujananPernahkah mengalami hal berikut. Sedang terburu-buru mau pergi ke suatu tempat, eh… jalan yang biasanya sepi saat itu jadi macet. Sedang mau jalan santai, eh… mobil di belakang nglakson terus. Atau saat kuliah dulu, belajar sampai larut malam karena besok mau ujian. Tapi esok harinya ternyata ujian dibatalkan, dosennya nggak masuk. Giliran sedang malamnya gak belajar, tiba-tiba ada ujian mendadak. Huh….

Dulu saat saya baru pindah ke Bogor sempat tinggal di mertua karena keluarga masih di Surabaya. Dua hari berturut-turut kehujanan saat pulang kerja. Lupa kalo Bogor itu kota hujan smiley. Akhirnya ibu mertua kasih payung sambil berkata “Ini senjatanya orang Bogor.” Tapi dua hari berikutnya tidak sedikitpun turun hujan!

Kadang kita kesal menghadapi sesuatu yang kecil namun membuat suasana hati tidak nyaman. Karena kenyataan yang terjadi, berbeda dengan harapan yang kita inginkan. Sehingga kita suka mengeluh “Sedang sial saya hari ini…!” atau “Sialan nih hujan…..” Menyalahkan yang lain kecuali diri kita sendiri.

Suatu ketika ada seorang ustadz menasehati “Kita tidak boleh kesal atas takdir Allah yang menimpa kita. Dosa jika kita berprasangka buruk atas takdir Allah!” Nah lho… Berarti kalau kita kesal dengan kejadian-kejadian kecil seperti di atas tadi kita dosa dong… Wah, bahaya nih… tabungan pahala yang cuma sedikit bisa tergerus dengan dosa yang kita tidak sadari.

Lalu sang ustadz menjelaskan “Kita harus ridho atas takdir Allah. Tapi kalu sulit dan hati kita tetap kesal, ada tips untuk menanggulanginya. Ubah cara kita melihat takdir itu! Lagi pula kita tidak bisa merubah takdir dengan rasa kesal khan?” Waduh, kena lagi deh… Benar juga sih, mau kesal kayak apa, mau tidak mau takdir tetap harus dihadapi. Kalau kejebak macet, mau kesal seperti apapun nggak akan membuat jalan jadi lancar.

“Jadi…” kata pak ustadz. “Tinggal bagaimana kita merubah cara kita melihatnya. Misalnya, kalau kita menginginkan sesuatu tetapi Allah berkehendak lain, anggap saja Allah sedang mengajak bercanda dengan kita! Insya Allah hati kita akan menerimanya dengan berbeda.” “Seandainya kita sedang naik motor mau kondangan, tiba-tiba hujan turun. Jangan kesal! Langsung kita berpikir oh… Allah sedang ngajakin bercanda nih… Langsung kita tersenyum…. Insya Allah tidak ada rasa kesal dalam hati”

Senjata ini pernah saya pakai beberapa waktu lalu saat terjebak macet ketika mau ke rumah mertua. Padahal sudah janji mau datang tepat waktu. Jarak yang biasanya bisa ditempuh dengan 5 menit atau 10 menit, saat itu harus ditempuh dalam waktu 45 menit! Untung ingat nasehat pak ustadz, langsung dalam hati berkata “Allah sedang ngajakin saya bercanda rupanya he3x….” Mujarab..! Benar-benar santai rasanya. 45 menit terasa lama juga, bohong kalau nggak :) tapi rasanya hati enteng saja. Tidak ada keberatan dan rasa kesal menghadapinya.

Ya Allah…. Selama ini aku gak tahu kalau Engkau sering mengajakku bercanda, Engkau perintahkan alam ini untuk menghiburku dengan hujan, panas, macet dll. Namun rasa kesal yang aku berikan sebagai balasannya. Senang bercanda denganMU ya Allah… tapi jangan sering-sering ya… hati ini masih belum terlalu kuat, masih sering lalai dan lupa. Karena itu kuatkalah dia agar agar terasa semakin nikmat saat Engkau mengajakku bercanda.

Posted by at 5 December 2013
Filed in category: Motivasi,

4 Responses to Allah Mengajak Kita Bercanda

  1. kang haris says:

    Wah Pak, mantap.

    Saya juga kadang suka tersenyum saat kondisi tak sesuai yg diharapkan. Bersahabat dengan takdir membuat kita bisa lebih bahagia.

  2. yudhi says:

    Assalamu’alaikum kang..

    Subhanallah kang…ini salah satu cara husnudzhan sama Allah.

    Mohon izin copy paste ya kang..semoga tulisan akang bermanfaat bagi saya dan yang lain. Jazakallah khairan katsiran.

  3. yudhi says:

    Edit

    *maksudnya mohon izin share* :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *