Beda Sedikit Dengan Nabi

Seperti biasa setiap Sngajielasa pagi, kantor dimulai dengan pengajian. Alhamdulillah kegiatan ini sudah berjalan lebih dari setahun. Pesertanyapun bertambah, tidak hanya karyawan saja. Saudara dan tetangga banyak yang hadir, terutama ibu-ibu. Karena bapak-bapaknya sudah berangkat kerja.

Materinya menarik dan selalu berhubungan setiap pertemuan, sehingga kalau tidak hadir akan benar-benar merasa kehilangan. Yang mengisi, ustadz Rofi, seorang kawan yang luar biasa. Pembawaannya sederhana, tapi ilmunya banyak. Gaya bicaranya mudah dipahami oleh semua orang. Kalem tapi tegas kalau sudah bicara tentang dalil-dalil. Analogi dan contoh diambil dari kejadian sehari-hari di sekitar kita, gampang dimengerti.

Pagi itu ditengah-tengah kajiannya beliau mengatakan “Kita itu hanya berbeda sedikit dengan nabi”. Haah… agak kaget mendengarnya. Bagaimana mungkin kita yang banyak dosa ini hanya berbeda sedikit dengan nabi. Telah banyak dosa dan maksiat yang telah kita kerjakan sedangkan nabi selalu terjaga. Nabi pergi berjihad dengan harta dan jiwa, kita bangun sholat subuh di masjid saja masih bolong-bolong. Gak pantas rasanya disandingkan dengan nabi.

Sebelum saya protes, pak ustadz menyambung “Iya, benar… kita hanya berbeda sedikit dengan nabi. Coba dengarkan, kalau kita sedikit berzikir sedangkan nabi sedikit-sedikit berzikir…, kalau kita sedikit bersedekah sedangkan nabi sedikit-sedikit bersedekah….”. “Perhatikan lagi” kata pak ustadz, “Nabi sedikit marah, sedangkan kita sedikit-sedikit marah…”

Jleb… waduh, astagfirullah…. Jadi malu hati ini. Ternyata bukan beda sedikit tapi beda “sedikit”. Satu kata “sedikit” tapi menunjukan perbedaan antara langit dan bumi. Candaan yang menghujam ke hati. Tidak bisa berkata, hanya sebuah senyuman getir yang bisa keluar. Terima kasih ustadz, sudah mengingatkan.

Ya Allah bantulah h hambamu ini, yang mengaku cinta nabi tapi kelakuan belum mencontoh nabi, berilah kekuatan agar bisa memperbaiki diri dan berilah petunjuk untuk menuju jalanMU yang benar..

Posted by at 20 November 2013
Filed in category: Religi,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *