Berkarakter Seperti Kopi

kopiTulisan ini saya persembahkan buat sahabat-sahabat coffee lover, teruntama di TDA Bogor Raya. Dibalik aromanya yang harum ternyata terpendam kisah teladan.

Seorang anak datang kepada ayahnya sambil menangis. “Kenapa nak?” tanya sang ayah kepada anaknya. “Aku tadi ejek teman-teman karena sepedaku jelek!” jawab sang anak. Tersirat wajah sedih sang ayah. Memang dia tidak bisa membelikan sepeda baru anaknya. Sepeda itu dia beli dari tukang jual sepeda bekas di pasar dekat rumah.

Namun kemudian sang ayah berkata “Ayo ikut aku ke dapur”. Si anakpun dengan masih terisak mengikuti langkah ayahnya menuju dapur. Sang ayah mengambil 3 buah panci yang diisi dengan air lalu diletakkan ke atas tungku. Ke dalam masing-masing panci si ayah meletakkan sesuatu. Panci pertama dimasukkan wortel, yang kedua dimasukkan telur dan yang ketiga dimasukan 2 sendok bubuk kopi.

“Kita tunggu beberapa saat sampai airnya mendidih” kata si ayah. Setelah mendidih si ayah mengajak si anak mendekat. “Coba kamu perhatikan wortel ini. Bagaimana keadaannya sekarang?” tanya si ayah. “Lembek” kata si anak. “Kalau telur bagaimana?” “Keras” jawab si anak lagi.

Anakku, hidup ini penuh dengan tantangan dan cobaan yang menimpa diri kita. Ada orang yang seperti wortel itu. Dulu dia keras, namun setelah terkena tantangan hidup dia menjadi lembek… lemah… Ada juga yang seperti telur. Dulu lemah lembut kini menjadi keras dan kaku. Kehidupan telah merubah tabiatnya, begitulah kebanyakan manusia.

Tapi coba kamu lihat kopi itu. Panasnya api tidak merubah wujud aslinya, bahkan dia mewarnai lingkungannya dan memberikan aroma yang semerbak. Dialah orang-orang yang selalu memberikan energy positif kepada lingkungannya atas  segala hal yang menimpanya!

Sobat semua, kita bisa memilih mau seperti apa kita di masa depan nanti. Akankah seperti wortel, menjadi sosok yang lembek dan lemah? Atau menjadi sosok yang keras dan kaku seperti telur? Atau kita ingin seperti kopi yang selalu mewarnai lingkungannya dengan energy positif walau banyak kesulitan yang datang pada dirinya.

Kalau ingin menjadi seperti kopi maka kita harus belajar berpikir positif. Ubah semua yang datang kepada kita, kesulitan yang menghadang, tantangan yang merintang menjadi tungku untuk mendewasakan hati kita. Allah selalu memberi hikmah terhadap semua yang terjadi pada diri kita. Tetaplah berpikir positif dan selalu menebar energy positif.

Posted by at 28 November 2013
Filed in category: Motivasi,

8 Responses to Berkarakter Seperti Kopi

  1. kang haris says:

    Seperti kopi, mantap 😉

     

  2. Abu Jalal says:

    Mantap sekali pak, inspiratif, jadi ingin seperti kopi :-)

  3. yudhi yowell says:

    sebagai pembaca, artikel ini memberi energi positif, thanks 

  4. Saya ga terlalu suka kopi, tapi berharap punya karakter seperti kopi, terimakasih infonya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *