Kasih Sayang Seorang Ayah

ayah anakPada suatu petang seorang ayah duduk bersama anaknya yang sudah sukses bekerja di sebuah perusahaan bonafid di kotanya. Mereka sedang asyik dengan kesibukannya masing-masing. Sang ayah terlihat asyik menikmati suasana sore itu, sedangkan sang anak sibuk membaca koran.

Tiba-tiba sang ayah bertanya kepada anaknya “Nak, apakah itu?” sambil menunjuk seekor burung yang hinggap pada ranting dekat mereka. “Burung gereja” kata si anak. Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian dia menanyakan hal yang sama “Nak, itu apa?”. Si anak menjawab dengan nada lebih keras “Itu burung gereja, ayah!”

Tak lama kemudian sang ayah bertanya lagi hal yang sama. Dengan nada sedikit kesal si anak menjawab “Itu BURUNG GEREJA…, ayah!!” Namun sang ayah mengulangi pertanyaan yang sama. Kali ini si anak menjawab dengan nada tinggi dan keras “Ayah….., kan sudah aku katakana berkali-kali…. Itu BURUNG GEREJA!!!”

 Sang ayah terdiam sejenak, kemudian dia segera masuk ke dalam rumah. Si anak sedikit menyesal berkata keras kepada ayahnya, tetapi dia benar-benar kesal karena ayahnya bertanya hal yang sama berulang-ulang. Tak lama berselang sang ayah kembali dari dalam rumah sambil membawa sebuah buku.

Tanpa berkata, ia membuka-buka halaman buku itu dan meminta anaknya membaca tulisan dalam buku itu. Ternyata itu sebuah diary. Si anak mencoba membacanya pelan….

…. Hari ini aku bermain bersama anakku yang belum genap 5 tahun… Dia selalu ingin tahu segala sesuatu. “Ayah…, apa itu?” saat seekor burung hinggap di ujung daun sebuah tanaman. “Itu burung gereja anakku..” kataku. Dia terus bertanya hal yang sama hingga 25 kali, akupun menjawabnya dengan rasa sayang sebanyak itu. Aku berharap ia akan senang dan bisa mendidiknya untuk selalu belajar tentang semua hal…..

Tanpa disadari menitik air mata dari sang anak, diangkatnya pandangan menuju wajah ayahnya. Sang ayah tampak murung dan sedih…. “Hari ini aku hanya bertanya 4 kali dan engkau sudah marah kepadaku..” Dengan segera sang anak menghambur kepada ayahnya dan memeluk dan mencium tanganya “Maafkan aku ayah…”

Ya…. Kisah ini mungkin pernah kita baca atau lihat videonya, namun tak pernah bosan untuk membacanya. Terutama saat aku rindu pada ayahku yang telah tiada. “Papa, maafkan anakmu yang tidak bisa membalas jasa-jasamu. Sebuah doa selalu kuucap setiap hari semoga engkau mendapat tempat terbaik di sisiNYA..” 

Posted by at 14 November 2013
Filed in category: Motivasi,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *