Mendaki Gunung

Sepasang suami istri yang baru menikah ingin menghabiskan waktu libur panjangnya bersama selama sepekan. Mereka ingin melakukan sedikit petualangan dengan mencoba mendaki bukit yang tidak terlalu tinggi tapi indah yang terletak agak jauh dari rumah mereka.

Awal pendakian terlihatlah pemandangan yang indah di kaki bukit ditambah dengan udara yang segar. Kalau pemandangan di kaki bukitnya saja seperti ini apalagi jika lihat dari puncak bukit. Pasti sangat luar biasa, begitu pikir mereka. Kita akan berada di suatu titik dimana bisa melihat pemandangan di seluruh penjuru.

Pada awal pendakian mereka menyaksikan pemandangan yang semakin indah. Dengan penuh harapan mereka terus berjalan. Dari puncak bukit pasti pemadangannya semakin indah, pikir mereka.

Pada bagian akhir pendakian mereka bertemu dengan hutan lindung. Mereka berusaha terus berjalan melewati daerah hutan tersebut. Dengan tingginya pepohonan tidak banyak lagi yg bisa mereka lihat. Mereka hanya bisa melihat sedikit dari sela-sela semak dan pepohonan saja. “Ayo cepat kita menuju puncak..” kata sang suami.

Begitu tiba di puncak ternyata mereka masih berada di antara pepohonan. Pemandangan bebas ternyata masih jauh lagi… di puncak bukit berikutnya!! Dan itu memerlukan peralatan dan perbekalan tambahan yang mereka tidak mempersiapkannya. Mereka kecewa ternyata akhir perjalanannya tidak seindah yg mereka perkirakan.

Teringat sebuah ungkapan: “Kehidupan adalah seperti sebuah jalan. Kalau kau tidak menikmati perjalanannya maka kamu tidak akan merasa puas di akhir perjalanannya”

Jadi untuk menuju kesuksesan mari kita nikmati prosesnya, apapun yang kita capai di puncak sana kita tidak akan pernah kecewa.

Posted by at 9 June 2016
Filed in category: Motivasi,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *