(Nyaris) Sukses!

Nyaris

Saat bulan puasa kemarin sempat mendengar wejangan dari ustad Safi’i Antonio di masjid Andalusia. Beliau adalah salah satu ustadz yang saya kagumi bahkan jauh sebelum dikenal banyak orang. Adik kandungnya adalah teman saya kuliah saat belajar di negeri Kincir Angin. Dari adiknya saya mendengar sedikit cerita tentang ustadz Safi’i saat jadi mualaf.

Ustadz Safi’i Antonio cerita, bahwa ada seorang pengusaha tambang di Amerika yang kaya membeli sebuah lahan yang diperkirakan mempunyai kandungan emas yang banyak. Lalu dia memerintahkan teamnya untuk segera menggali lahan tersebut. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun… belum ada tanda-tanda ditemukannya emas di lahan itu. Sang pengusaha akhirnya putus asa dan memutuskan untuk menghentikan kegiatan dan menutup lahan itu.

Beberapa waktu kemudian ada seorang pengusaha lain yang tertarik untuk mencoba peruntungan menggali lahan itu kembali. Dia beli lahan itu dengan harga murah dan dia melakukan penggalian. Setelah beberapa waktu menggali, akhirnya… Dia menemukan Emas!

Saat diteliti ternyata galian dari pengusaha kedua hanya berjarak 3 meter lebih dalam dari galian pengusaha pertama. Dekat sekali! Ternyata jarak sukses dan gagal hanya sedikit sekali. Seandainya pengusaha pertama sedikit lebih sabar tentu dia akan mendapatkan kesuksesan yang luar biasa. Putus asa telah membatalkan kesuksesan yang hanya berjarak 3 meter dari dirinya.

Kebayang nggak, seandainya dulu saat kita sedang belajar tiba-tiba ngantuk menyerang lalu kita tidur. Padahal jika kita kuat menahan kantuk 15 menit lagi kita akan dapat nilai A bukan C di ujian esok harinya. Atau saat kita memutuskan pindah kerja ke tempat lain karena merasa karir mandek, padahal jika kita tetap bertahan di sana beberapa minggu lagi kita akan dapat promosi jabatan atau kenaikan gaji.

Bila kita berbisnis sering kita menghadapi tantangan atau startegi bisnis kita tidak berjalan seperti yang diharapkan. Kesal sedih pastinya, dan sering membawa pikiran negative untuk berhenti atau mencoba bisnis baru. Kita kurang sabar dalam menghadapi tantangan, kurang berkreativitas menyelesaikan masalah. Mungkin jika kita bertahan untuk bisa melewati tantangan itu sejenak saja, maka “sebongkah emas” sudah menanti kita.

Pilihan tentu ada pada kita sendiri! Akankah kita sukses atau nyaris sukses dan akankah kita kelak tersenyum ataukah gigit jari saat menemui hari esok kita. Semangat!

Posted by at 25 November 2013
Filed in category: Motivasi,

One Response to (Nyaris) Sukses!

  1. Achimiasmina says:

    1. bukannya saya malas beajalr bahasa inggris, tetapi saya kurang menguasai pelajaran bahasa inggris, jadi saya kurang memahami atau mengerti jika bapa memberikan tugas atau pr. Sebenarnya saya menyukai pelajaran bahasa inggris, hanya kurang mengerti saja dan kadang-kadang tidak tau artinya jika ada pr atau tugas.2. saya terus berusaha sebisa saya untuk bisa dan mengerti bahasa inggris, saya juga ingin bisa berbahasa inggris yg baik dan menguasai pelajaran bahasa inggris, yg saya inginkan hanya suasana kelas yg nyaman dan releks yg tidak terlalu serius dan tegang dalam beajalr supaya saya lebih mudah memahami dan mengerti apa yg bapa sampaikan ketika beajalr, dan dalam menjelaskan saya ingin bapa tidak berbahasa inggris semuanya dalam menerangkan suatu pelajaran, karena jika bapa berbahasa inggris dalam menjelaskan, saya tidak bisa mengerti dan memahami apa yg bapa jelaskan atau sampaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *