Pacaran Forever

love1Ada gak ya… pacaran yang syar’i? Pacaran yang tidak melanggar syariat Islam? Mungkin itu yang sering terdengar kalau diskusi dengan remaja yang mulai “mengenal” Islam. Di satu sisi mereka sedang semangat belajar agama, di sisi yang lain mereka belum siap meninggalkan “kebiasaan” jahiliyah. Pacaran seolah menjadi syarat mutlak untuk “mengenal” pasangan sebelum menikah.

Dua dekade lalu, saat saya masih kuliah, saya mencanangkan untuk pacaran dengan seorang wanita yang belum lama saya kenal. Ya…. Saya belum lama mengenalnya, kira-kira baru 2 minggu sebelum “jadian”. Dia seorang wanita yang cantik dan selalu membalut tubuhnya dengan busana yang menutup rapat auratnya.

Sebelum “jadian” hati ini sempat gundah gulana, ragu saat akan memutuskan langkah besar dalam hidupku ini. Apakah benar yang aku lakukan ini? Apakah aku tidak salah memilihnya? Apakah aku tidak akan menyesal nantinya? Akhirnya semua keraguan dan pertanyaan ini kuhapus dengan sholat istikharah. “Ya Allah, kalau langkahku ini Engkau ridhoi maka permudahlah, jika tidak Engkau ridhoi maka persulitlah. Aku pasrahkan semuanya pada-Mu ya Allah…”.

Akhirnya dengan langkah pasti kumantapkan pilihanku. Dan malam itu kuberanikan untuk pertama kalinya bertanya padanya, “Apakah benar kamu mau jadi pacarku selamanya? Kamu ridho pacaran forever denganku?”. Dia tertunduk dan dengan sedikit malu tersipu, kemudian ia hanya bisa mengangguk. “Alhamdulillah….!” kataku saat itu. Inilah babak baru dalam hidupku, karena tadi pagi aku telah melakukan ijab kabul dengan ayahnya. Penghulu dan saksi-saksi telah menyaksikan dan berteriak “Sah…!”. Kemudian Sighot Ta’lik pun sudah aku baca dengan lantang.

Sejak itulah sesi pacaran kami dimulai dan berlansung terus hingga kini. Walau sudah dua dekade terlewati, komitmen untuk menjaga masa pacaran ini tetap… tidak pernah berubah. Tertawa dan menangis kami lewati bersama, memanggil dengan kata-kata sayang dan cinta menjadi hiasan indah dalam rumah, layaknya orang baru jatuh cinta. Kadang dibumbui dengan perselisihan namun selalu diakhiri dengan senyuman. Kadang ada rasa cemburu namun ini makin membuat hubungan kami semakin syahdu. Keindahan itu makin lengkap dengan hadirnya lima buah hati yang telah Allah titipkan kepada kami.

Sebuah perjalanan yang panjang yang tidak selalu mudah tapi akan terus kami perjuangkan. Semoga masa pacaran kami ini akan berlangsung terus insya Allah..

Yakini hatiku
Kau anugerah sang Maha Rahim
Semoga Allah berkahi kita
Kekasih, penguat jiwa
Kuberdoa, kau dan aku di Jannah
Kutemukan kekuatanku di sisimu
Kau hadir sempurnakan s’luruh hidupku…..

 

Tulisan ini special ku persembahkan untuk pacarku yang merangkap menjadi istriku,Tina Rahmawati, yang hari lagi merayakan ulang tahunnya. Maaf aku belum menjadi pasangan yang sempurna tapi yakinlah aku akan selalu berusaha yang terbaik untukmu.

I love you honey. Keep Pacaran Forever!  

Posted by at 17 December 2013
Filed in category: Motivasi,

One Response to Pacaran Forever

  1. kang haris says:

    Met milad ya buat Bu Tina, pacar sekaligus istri dari guru saya tercinta

    Semoga berkah selalu hidupnya, samara selalu kehidupan pernikahannya :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *