Pasukan Gajah Abrahah

pasukan gajah3Kita pasti sudah pernah mendengar agresi Pasukan Gajah Abrahah yang menyerang Mekkah. Peristiwa itu terjadi pada 570 M atau 571 M. Dan tahun itu digunakan masyarakat Arab sebagai awal tahun  penanggalan mereka yang dinamai dengan Tahun Gajah. Pada tahun itu pula nabi Muhammad SAW dilahirkan. Bagaimana ceritanya?

Pada saat itu kota Mekkah dengan rumah suci Ka’bah menjadi tujuan ziarah dan ibadah bangsa Arab. Hal ini menyebabkan bangsa lain banyak yang iri. Lalu mereka mendirikan rumah peribadatan sendiri-sendiri dengan harapan orang-orang mengalihkan tujuan ziarah ke tempat mereka. Dan tentu itu akan berdampak pada meningkatnya perekonomian mereka.

Hal itu pula yang dilakukan oleh Abrahah Al-Asyram, penguasa Yaman. Ia membangun rumah ibadah Al-Qullais di San’a. Lokasi itu hingga kini masih dapat dilihat di kota San’a. Kemudian Abrahah menulis surat kepada Raja Nebrus di Habasyah, “Aku telah membangun untuk paduka Raja, sebuah gereja yang belum pernah dibangun seindah dan semegah itu sebelumnya oleh siapapun. Dan aku tidak akan berhenti melakukan segala upaya sampai orang-orang Arab berkunjung dan melakukan ibadah haji ke sana.”

Namun ternyata usaha Abrahah sia-sia. Orang-orang Arab lebih memilih bangunan tua Ka’bah di Mekkah sebagai tujuan ibadah mereka. Apalagi setelah mereka mendengar bocoran surat Abrahah ke Raja Nebrus, mereka menjadi tersinggung dan marah. Bahkan ada seorang dari suku Kinanah yang pergi ke gereja Al Qullais dan membuang kotoran di sana.

Abrahah sangat marah atas perbuatan orang Kinanah tersebut. Dia akhirnya memerintahkan 60.000 orang pasukannya untuk berangkat menuju Hijaz. Selain pasukan yang berunta, berkuda dan yang berjalan kaki, sebagian besar pasukannya menunggang gajah. Tujuannya 1, menghancurkan Ka’bah. Dengan harapan setelah Ka’bah hancur maka orang Arab akan beralih ziarah ke gerejanya.

 Bangsa Arab khawatir mendengar rencana invansi ini. Mereka beberapa kali melakukan usaha untuk menghadang pasukan Abrahah, namun selalu gagal. Setelah melewati Tha’if pasukan Abrahah sampai di suatu tempat yang bernama Al-Mughammas, yang hanya berjarak 3,65 nkm dari Mekkah.

Lalu Abrahah mengirim satu unit pasukannya ke Mekkah untuk menjajaki kesiapan penduduknya. Dan pasukan itu berhasil merampas sejumlah harta penduduk Mekkah termasuk seratus ekor unta milik Abdul Muttalib bin Hasyim. Kemudian Abdul Muttalib bersama anak-anaknya dan beberapa orang pemuka Quraisy mencoba melakukan lobi dengan Abrahah. Mereka diterima dengan baik oleh Abrahah tapi tidak ada kesepakatan.

Akhirnya Abdul Muttalib kembali ke Mekkah dan memerintahkan penduduknya untuk mengungsi ke lereng-lereng bukit. Agar mereka terhindar dari serangan pasukan Abrahah. Suasana Mekkah saat itu sangat mencekam…

Saat pasukan Abrahah bersiap-siap akan memasuki kota Mekkah, terjadilah peristiwa yang luar biasa sehingga mereka tidak jadi memasukinya.

“Tidakkah engkau (Muhammad SAW) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan Gajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka sia-sia? Dan Dia telah mengirimkan kepada mereka burung yang berbodong-bondong yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun yang dimakan ulat.” (QS Al-Fil: 1-5)

Pertolongan Allah secara langsung sering kita saksikan dalam beberapa peristiwa sejarah. Dimana secara logika manusia tidak pernah terpikirkan. Allah adalah Rabb al-Alamin, Pemelihara alam semesta, Dia-lah yang berkuasa menetapkan segala sesuatu sesuai kehendak-Nya. Karena itu tidaklah pantas kita berputus asa memohon pertolongan-Nya saat mendapat ujian atau cobaan. Mohonlah pertolongan dengan sabar dan sholat!

Posted by at 6 December 2013
Filed in category: Religi, Shirah,

2 Responses to Pasukan Gajah Abrahah

  1. kang haris says:

    Allah Maha Kuat, Maha Digdaya

    Dan Pasukan Hebat Abrahah pun porak poranda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *