PHK

PHKKalo dulu saat menjadi karyawan awal-awal dengar kata-kata ini ngeri juga ya… PHK, Pemutusan Hubungan Kerja. Hal ini biasa dilakukan perusahaan dengan berbagai alasan seperti effisiensi atau rasionalisasi, disiplin kerja, pelanggaran aturan dll.

Saat pada posisi senior menejer di perusahaan multi nasional, saya juga akhirnya terpaksa harus melakukan PHK terhadap seorang karyawan. Pengalaman yang tidak enak sebenarnya. Tapi karena kebijakan perusahaan, saya harus menyampaikan keputusan ini kepada karyawan yang bersangkutan. Hal ini memang menyakitkan buat karyawan yang bersangkutan dan juga buat saya sendiri yang menyampaikan. Karena saya sendiri karyawan, dan sangat mungkin bisa mengalami hal yang sama.

Saat memiliki bisnis sendiri, saya berusaha agar tidak ada PHK di perusahaan saya. Karena saya tahu itu tidak mengenakan kedua belah pihak. Jika ada solusi lain tentu itu yang harus didahulukan. Namun setelah berjalannya waktu dan belajar tentang dinamika usaha, saya menyadari PHK kadang merupakan solusi terbaik bagi kedua belah pihak.

Pernah saya mempunyai seorang karyawan yang diharapkan menjadi leader di kemudian hari. Setelah beberapa bulan ternyata saya sadar bahwa saya salah memilih orang. Saya mencoba untuk meningkatkan kapasitasnya tapi tidak pernah berhasil. Bahkan saya melihat dia menjadi salah satu kendala dalam kinerja team. Setelah bersabar dua tahun, saya putuskan untuk memberhentikannya.

Saat itu sempat terlintas di benak bagaimana nanti dia kalau tidak bekerja di sini lagi. Namun teringat juga nasehat seorang coah bisnis saya, “Saat akan memberhentikan karyawan bermasalah kadang kita berpikir, bagaimana nanti anak istrinya makan ya, dia dapat rezeki dari mana? Seolah-olah kita tuhan yang menentukan rezekinya!” Jleb….  Lalu bagaimana cara yang terbaik adalah memberhentikan karyawan dengan sama-sama happy J 

Teringat seorang sahabat yang mempunyai puluhan rumah kontrakan. Saya bertanya bagaimana dia mengelola sekian banyak rumah kontrakan itu. Bagaimana kalau ada yang nunggak kontrakan? Ternyata, jika ada yang nunggak kontrakan 3 bulan berturut-turut, dia meminta orang itu pindah dan memberikan uang untuk membayar kontrakan di tempat lain. Dia tidak punya masalah lagi, si pengontrak juga tidak terlantar.  Subhanallah….

 Terinspirasi itu akhirnya saya mencari cara yang baik untuk bisa memberhentikan karyawan dengan sama-sama senang. Alhamdulillah saat itu tidak ada kebencian antara kami. Kinerja usaha saya bisa meningkat, sang mantan karyawan sudah bekerja di tempat lain. Dan kami tetap berhubungan dengan baik.

Pengusaha dan karyawan sama-sama pencari rezeki Allah. Tidak ada kelebihan satu dengan yang lain, hanya tugas dan tanggung jawabnya saja yang berbeda. Sesama pencari rezeki Allah tidak  boleh saling mendzolimi.

Posted by at 10 March 2014
Filed in category: Motivasi,

One Response to PHK

  1. yudhi says:

    Assalamu’alaikum. Subhanallah bang…tulisannya insya Allah bagus bang..mudah2an bisa jadi inspirasi dan solusi nih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *