Sharing, Care and Love

logo TDASaat membaca buku Selling with Character terbitan dari Markplus Institute of Marketing, saya tertarik pada sebuah kisah. Kisah ini menceritakan bahwa sebuah perusahaan bergerak di bisnis B2B bisa tumbuh berkembang salah satunya karena bagian pemasaran mereka menerapkan prinsip: Sharing, Care and Love.

Saat membaca dan merenungi hal ini, saya teringat dengan teman-teman di TDA BoRa, Komunitas Tangan Di Atas Bogor Raya. Telah beberapa tahun saya bergabung dengan komunitas ini. Tidak terasa, Sharing, Care dan Love ini telah kami terapkan saat berinteraksi.

Dulu, beberapa tahun yang lalu, kami membuat KMM, Kelompok Mastermind, dimana 7 orang berkumpul setiap 2 minggu sekali. Seringnya kami berkumpul di sebuak café sehingga suasananya lebih santai. Di sini kami sharing pengalaman, sharing info dan sharing buku yang baru dibaca. Waktu 3 jam terasa cepat berlalu bahkan sering terasa kurang.

Kini saya tidak berKMM dengan mereka lagi, tapi saya punya kelompok KMB, Kelompok Mentoring Bisnis. Di sini kami pun banyak sharing dari para membernya yang luar biasa. Semangat dan motivasi mereka membuat saya merasa 20 tahun lebih muda he3x…

Sharing atau berbagi memang telah menjadi pondasi yang kuat di komunitas TDA karena salah satu slogannya adalah “Bersama Menebar Rahmat”. Dengan niat ingin sharing/berbagi ini membuat komunitas ini menjadi kuat. Saat berinteraksi atau membuat kegiatan tidak lagi ada pertanyaan “Apa keuntungannya buat saya?” Tapi yang muncul “Apa yang bisa saya berikan”.

Selain itu di antara member TDA BoRa juga tercipta saling perhatian, care satu sama lain. Saat ada yang mengalami kesulitan, yang lain mencoba untuk membantu, memompa motivasi agar tetap semangat. Saat ada yang mendapat kesuksesan yang lain ikut bergembira, ikut merasakan kebahagiaan.

Suatu ketika saat rapat mempersiapkan launching TDA Center kami melakukan rapat pagi hari. Tidak terasa hari sudah siang. Terasa perut sudah mulai lapar. Tiba-tiba ada seseorang yang datang membawa 2 kardus pizza. “Saya kasihan takut nanti pada kelaparan he..he..he..” katanya bercanda. Harga 2 kardus pizza menjadi tidak berharga dibandingkan perhatian luar biasa yang ia berikan. Dan hal-hal semacam ini sering terjadi di TDA.

Setelah berinteraksi beberapa tahun di Komunitas TDA ini, saya pun merasakan seolah-olah ini adalah keluarga besar saya. Kebersamaan dan rasa menyayangi muncul dan tumbuh subur di sini. Saat sibuk dengan kegiatan pribadi dan lama tidak bertemu, kadang muncul rasa rindu untuk berkumpul dan bertemu. Semangat dan kebersamaan member di sini telah memberikan guratan pada hati ini yang sulit untuk dilupakan. They are part of my life.

Berharap Sharing, Care dan Love di TDA tetap terjaga dan membawa bisnis para anggotanya menjadi tumbuh dan besar. Sehingga makin banyak yang merasakan nikmatnya saling berbagi, memberikan perhatian dan menyayangi. Sharing, Care and Love!

Posted by at 7 December 2013
Filed in category: TDA,

One Response to Sharing, Care and Love

  1. kang haris says:

    Alhamdulillah punya mentor seperti Bapak :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *