Ulat dan Kupu-kupu

ulat kupu2Konon dalam sebua  kisah ada seorang wanita yang hidup di sebuah rumah dengan kebun yanh indah. Sayang tidak ada seekor kupu-kupun yang datang ke kebunnya. “Alangkan indahnya kebunku, seandainya banyak kupu-kupu yang datang ke sini”, gumam wanita itu.

Keinginannya itu sangat kuat, sehingga ia berdoa, “Ya… Tuhanku, ingin sekali hamba melihat kebunku ini penuh dengan kupu-kupu yang indah. Berilah hambaMu ini anugerah seperti itu itu”. Begitu doa yang dia panjatkan setiap hari.

Namun setelah beberapa bulan, belum juga terlihat kupu-kupu datang ke kebunnya. Bahkan sudah seminggu ini  banyak ulat yang dia temui di kebunnya. Makin lama ulat itu makin banyak. Ulat itu memakan daun-daun tanamannya. Karena kesal dia ambil tanaman-tanaman yang diserang ulat itu, dan dia sembunyikan di dalam gudang dibelakang garasi rumahnya. Ia berharap ulat-ulat itu tidak menyerang tanaman lainnya.

Setelah sekian lama menunggu, wanita itu mulai putus asa karena tidak ada seekor kupu-kupupun yang datang ke kebunnya. Suatu pagi ia menuju gudangnya untuk mengambil beberapa peralatan. Saat ia membuka pintu gudang, tiba-tiba puluhan kupu-kupu terbang keluar dari gudang rumahnya. Ternyata ulat-ulat yang dulu memakan tanamannya telah bertransformasi menjadi kupu-kupu yang indah. Alangkah senangnya wanita itu, ulat yang dulu membawa bencana berubah menjadi impian yang menjadi kenyataan.

Kejadian seperti itu sering terjadi pada kehidupan kita. Kesulitan yang saat ini kita hadapi mungkin saja itu sebuah anugerah yang oleh persiapkan kepada kita. Musibah yang terjadi pada diri kita sekarang, bisa saja sebuah rencana Allah untuk mengabulkan doa-doa kita.

Begitupun saat kita medidik anak. Kadang kita kesal menghadapi anak yang nakal, yang hiperaktif, yang selalu membuat susah orang tua. Seringkali kita memarahinya atau kadang menyesali keadaan “Kenapa anakku nakal seperti ini ya…” Janganlah bersedih, mungkin saja kelak dia menjadi seorang pemimpin yang kuat, pemilik beberapa perusahaan yang dihormati atau seorang ulama yang dihormati. Tinggal bagaimana kita sebagai orang tua menyiapkan dan mengarahkan agar dia mengalami proses transformasi yang benar. Seperti proses transformasi ulat menjadi kupu-kupu.

Posted by at 3 March 2014
Filed in category: Motivasi,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *